Notification

×

Iklan

Iklan

Wabup Solok Menangis Lihat Bocah Dianiaya Ayah Tiri, Perlindungan Anak Ditegaskan Jadi Prioritas

Sabtu, Mei 02, 2026 | 09:54 WIB | Last Updated 2026-05-02T02:54:49Z

 

Wabup Solok Candra saat menjenguk anak korban kekerasan 

SOLOK, salingkanagari.id — Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah perempuan berusia tiga tahun di Kabupaten Solok menyita perhatian publik. Wakil Bupati Solok Candra,  bahkan tak kuasa menahan emosi saat menjenguk korban, Sherlyn, yang kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Arosuka.


Kunjungan tersebut turut didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok, Ny. Lian Octavia Candra, serta jajaran rumah sakit. Kehadiran rombongan menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap korban kekerasan anak yang memicu keprihatinan luas.


Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis (30/04/2026), saat korban berada dalam perjalanan menggunakan bus menuju kampung halamannya di Surian, Kecamatan Pantai Cermin. Di hadapan ibunya sendiri, korban diduga ditampar oleh ayah tirinya.


Ironisnya, pelaku berdalih tindakan kekerasan tersebut sebagai cara “mengobati” anak dari pengaruh santet—alasan yang menuai kecaman keras dari berbagai pihak.


Wabup Candra mengaku sangat terpukul setelah melihat dokumentasi kejadian yang beredar. Bahkan, ia mengaku menangis saat menyaksikan kondisi korban secara langsung.


“Saya menangis melihat kondisi anak ini. Ini sangat menyayat hati. Anak seusia itu seharusnya mendapatkan kasih sayang, bukan kekerasan,” ujarnya dengan nada emosional.


Ia menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi perhatian utama semua pihak, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat. Menurutnya, kejadian ini tidak boleh terulang.


“Kalau ada tanda-tanda kekerasan, segera laporkan. Bisa ke keluarga, wali nagari, atau aparat setempat. Jangan menunggu sampai parah,” tegasnya.


Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kabupaten Solok langsung mengoordinasikan bantuan melalui Baznas serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis maksimal. Wabup juga membuka kemungkinan rujukan ke rumah sakit di Kota Padang jika kondisi korban memerlukan perawatan lanjutan.


“Kita pastikan korban mendapat penanganan terbaik. Jika perlu dirujuk ke Padang, pemerintah siap memfasilitasi,” tambahnya.


Sementara itu, aparat kepolisian telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Di akhir kunjungan, Ketua GOW Ny. Lian Octavia Candra turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan moral dan empati.


Kasus ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak bahwa kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

×
Berita Terbaru Update