Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Padang Dorong Percepatan Relokasi Warga Terdampak Bencana hingga Bidik Status Kota Gastronomi Dunia

Kamis, April 30, 2026 | 09:10 WIB | Last Updated 2026-04-30T02:10:27Z

 

Wali Kota Padang Fadly Amran saat rembuk dan bincang otonomi daerah

PADANG, salingkanagari.id  – Wali Kota Padang, Fadly Amran, memanfaatkan forum nasional untuk menyuarakan berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi daerahnya, mulai dari penanganan pascabencana hingga ambisi menjadikan Padang sebagai kota gastronomi bertaraf dunia.


Hal itu disampaikan dalam agenda “Rembuk dan Bincang Otonomi Daerah” (Rebupon) yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Rabu (29/4/2026). Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan pusat guna mempercepat penyelesaian berbagai isu krusial di daerah.


Dalam kesempatan tersebut, Fadly menyoroti kondisi ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan parah bahkan hanyut akibat bencana. Ia menegaskan pentingnya kejelasan aturan terkait perubahan kawasan sempadan sungai yang berdampak langsung pada kebutuhan relokasi warga.


Menurutnya, perubahan kondisi geografis pascabencana berpotensi menambah jumlah rumah yang harus direlokasi hingga dua kali lipat. Karena itu, ia meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan dasar kajian ilmiah yang kuat serta kepastian hukum yang jelas.


Tak hanya soal hunian, persoalan sedimentasi sungai juga menjadi perhatian serius. Fadly menilai, diperlukan kebijakan yang lebih fleksibel agar proses normalisasi sungai bisa melibatkan pihak swasta melalui mekanisme yang tetap berbasis kajian teknis.


Ia menyebut, jika dikelola dengan baik, pengerukan sedimentasi tidak hanya mengurangi risiko bencana, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi, terutama untuk mendukung kebutuhan material pembangunan infrastruktur strategis.


Di sisi lain, Fadly juga mengangkat potensi besar Kota Padang di sektor pariwisata dan budaya. Ia optimistis, kekayaan kuliner yang lahir dari perpaduan budaya Minangkabau, India, Tionghoa, dan Nias menjadi modal kuat untuk mengajukan Padang sebagai bagian dari jaringan kota gastronomi UNESCO.


Fokus pengembangan, lanjutnya, akan diarahkan ke kawasan Kota Tua sebagai pusat warisan budaya dan kuliner khas daerah.


Menanggapi berbagai usulan tersebut, Direktur Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah Pemerintah Kota Padang. Ia memastikan pihaknya akan membantu mempercepat koordinasi lintas kementerian, terutama terkait penyesuaian RTRW dan program penanganan sungai.


Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong agar Padang tidak hanya mengejar status kota gastronomi, tetapi sekaligus mengupayakan pengakuan sebagai kota warisan budaya dunia.


Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Kota Padang diharapkan mampu bangkit dari dampak bencana sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di tingkat internasional.

×
Berita Terbaru Update