![]() |
| Anggota DPR RI Zigo Rolanda, Wali Kota Padang Fadly Amran, Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal saat meninjau IPA Taban |
PADANG, salingkanagari.id – Upaya memperkuat layanan air bersih pascabencana di Kota Padang terus dipacu. Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, turun langsung meninjau progres pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III milik Perumda Air Minum Kota Padang, Senin (27/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Zigo menegaskan bahwa proyek strategis ini akan segera memasuki tahap lelang pada Mei 2026 dan ditargetkan langsung berlanjut ke tahap kontrak. Ia menekankan pentingnya percepatan pekerjaan di lapangan, termasuk penyelesaian pembebasan lahan dan kendala teknis.
“Anggaran reguler ditambah penanganan R3P pascabencana sudah siap. Bulan Mei ini dilelang dan harus segera berkontrak. Kita juga memastikan kondisi lapangan, termasuk land clearing yang sudah mulai berjalan,” tegasnya.
SPAM Taban III dirancang menambah kapasitas air bersih sebesar 200 liter per detik, melengkapi kapasitas eksisting 300 liter per detik. Dengan demikian, total kapasitas akan mencapai 500 liter per detik. Proyek ini didukung anggaran sekitar Rp289 miliar, hasil efisiensi dari perencanaan awal Rp306 miliar, dan akan dikerjakan dalam dua tahun anggaran.
Tak hanya itu, Zigo juga mengungkapkan bahwa perbaikan intake oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) telah masuk dalam program R3P tahap pertama. Pekerjaan ini mencakup pengendalian banjir di Batang Kuranji hingga jaringan pipa menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban. Di waktu yang sama, proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Aia Dingin berbasis teknologi RDF juga dijadwalkan ikut dilelang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia menyebut pembangunan SPAM menjadi kebutuhan mendesak, terutama pascabencana yang sempat mengganggu layanan air bersih.
“Terima kasih atas dukungan rehabilitasi Kota Padang, termasuk pembangunan SPAM baru di Palukahan dengan kapasitas 200 liter per detik. Ini sangat dinantikan masyarakat,” ujar Fadly.
Ia berharap proses lelang berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera dimulai dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih. Fadly juga mendorong dukungan lanjutan, termasuk percepatan pembangunan SPAM di kawasan Universitas Andalas untuk kebutuhan jangka panjang.
Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan, SPAM Taban III bukan sekadar proyek peningkatan layanan, tetapi juga bagian dari strategi mitigasi bencana.
“Pengembangan di IPA Palukahan, Kecamatan Koto Tangah, menjadi langkah penting memperkuat ketahanan sistem air minum, khususnya di wilayah rawan bencana,” jelasnya.
Menurut Hendra, Kota Padang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa, tsunami, banjir, dan longsor. Pengalaman bencana besar, termasuk gempa 30 September 2009 hingga banjir dan longsor akhir 2025, menjadi pelajaran penting dalam merancang sistem air yang tangguh.
“Gangguan pada sumber air dan instalasi sangat berdampak pada layanan. SPAM Taban III diharapkan menjadi sistem cadangan yang menjaga kontinuitas distribusi, terutama saat kondisi darurat,” tambahnya.
