![]() |
| Bimbingan Teknis (Bimtek) pelestarian nilai tradisi Silek Pangian dalam pembinaan Nagari Creative Hub (NCH) di Gedung Controller |
LINTAU BUO, salingkanagari.id — Semangat mambangkik batang tarandam kian terasa di Nagari Pangian. Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi Silek Pangian sekaligus menjadikannya sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya nagari.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) pelestarian nilai tradisi Silek Pangian dalam pembinaan Nagari Creative Hub (NCH) di Gedung Controller, Selasa (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Fadly menyebut, silek bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga cerminan filosofi hidup urang Minangkabau yang sarat nilai adat, etika, dan kearifan lokal.
“Silek Pangian adalah pusako budaya yang wajib kita jaga bersama. Di dalamnya ada nilai kehidupan, ada jati diri urang awak. Ini yang harus kita wariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menjadikan Pangian sebagai nagari percontohan NCH. Menurutnya, langkah ini menjadi peluang besar untuk mengangkat potensi lokal ke level yang lebih luas.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan inovasi.
“Kalau dikelola dengan baik, silek bisa menjadi bagian dari ekonomi kreatif—mulai dari pertunjukan, pelatihan, hingga konten digital,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang membuka kegiatan tersebut, menyoroti pentingnya peran teknologi dalam memperluas jangkauan promosi budaya.
“Kini zamannya digital. Silek Pangian harus tampil di ruang-ruang digital agar dikenal tidak hanya di ranah Minang, tapi juga nasional hingga internasional,” tegasnya.
Ia pun mendorong generasi muda untuk kreatif mengemas tradisi agar tetap relevan tanpa kehilangan nilai aslinya.
Di sisi lain, Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Syukrial, menyebut Bimtek ini sebagai momentum kebangkitan identitas nagari.
“Ini bagian dari mambangkik batang tarandam. Silek adalah jati diri kami. Harapannya, ini tidak hanya hidup sebagai tradisi, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat siriah pulang ka gangang, pinang pulang ka tampuak, ia berharap kolaborasi semua pihak mampu menghidupkan kembali kejayaan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Sumbar Rony Mulyadi Dt. Bungsu dan Jefri Masrul, jajaran DPRD Tanah Datar, OPD terkait, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
