![]() |
| Unggahan yang disampaikan anggota DPR RI Andree Rosiade |
PADANG, salingkanagari. id — Anggota DPR RI Andre Rosiade melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya dalam sektor pertanian. Kritik ini mencuat usai kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Ranah Minang.
Andre mengungkapkan, dua hari sebelum kunjungan, dirinya sempat diminta langsung oleh Menteri Pertanian untuk mendampingi agenda di Sumbar. Namun, karena harus menjalankan tugas kenegaraan sebagai pimpinan Komisi VI DPR RI, ia tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Andre mengaku tetap berkontribusi dengan menghubungi tujuh bupati dan wali kota agar dapat bertemu Menteri Pertanian di Bandara Internasional Minangkabau. Pertemuan itu difokuskan pada koordinasi rencana cetak sawah baru serta pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.
Namun, setelah kunjungan tersebut, Andre menerima langsung penyampaian kekecewaan dari Menteri Pertanian. Pemerintah daerah dinilai lamban dalam mengeksekusi program, meskipun anggaran dari pemerintah pusat telah dikucurkan dalam jumlah besar.
“Beliau menyampaikan langsung kepada saya, kecewa karena progres di daerah sangat lambat, padahal anggaran sudah tersedia,” ungkap Andre.
Ia juga menyinggung kejadian sebelumnya saat Bencana Lahar Dingin Sumatera Barat 2024, di mana respons Dinas Pertanian dinilai tidak sigap hingga membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah pusat untuk memastikan bantuan berjalan di wilayah Agam dan Tanah Datar.
Menurut Andre, kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum belajar dari pengalaman. Ia pun mengingatkan agar para pejabat tidak terjebak pada pencitraan semata, melainkan fokus pada kerja nyata demi kepentingan masyarakat.
“Kritik ini saya sampaikan karena kecintaan terhadap kampung halaman, bukan untuk kepentingan politik. Pemilu masih jauh, sekarang saatnya bekerja membangun Sumbar,” tegasnya.
