Notification

×

Iklan

Iklan

Alek Nagari Tebing Tinggi Bergema, Bupati Annisa Tegaskan Pelestarian Adat dan Genjot Pembangunan

Rabu, April 29, 2026 | 06:38 WIB | Last Updated 2026-04-28T23:38:49Z

 

Bupati Annisa saat menghadiri Alek Nagari Tebing Tinggi

Pulau Punjung, salingkanagari.id — Semarak Alek Nagari Tebing Tinggi mencapai puncaknya saat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, hadir langsung di Rumah Panjang Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa (28/4/2026). Momentum ini menjadi penegasan kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan adat Minangkabau di tengah arus modernisasi.


Kehadiran orang nomor satu di Dharmasraya itu disambut hangat oleh tokoh masyarakat, niniak mamak, Bundo Kanduang, hingga generasi muda yang memadati lokasi acara. Sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting juga turut hadir, memperkuat nilai kebersamaan dalam perhelatan budaya tersebut.


Dalam sambutannya, Bupati Annisa menekankan bahwa Alek Nagari bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan simbol hidupnya nilai-nilai adat di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tantangan globalisasi harus dihadapi dengan memperkuat jati diri budaya.


“Kalau adat tidak kita jaga, generasi ke depan bisa kehilangan identitasnya. Alek Nagari ini menjadi pengingat bahwa budaya kita masih berdiri kokoh,” ujarnya tegas.


Tak hanya berbicara soal budaya, Annisa juga langsung menjawab kebutuhan masyarakat dengan membawa sejumlah komitmen pembangunan. Pemerintah daerah akan mengucurkan anggaran Rp500 juta untuk pembangunan jalan lingkar, Rp1,5 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan, serta dukungan tiang listrik guna menunjang operasional sekolah baru di wilayah tersebut.


Lebih jauh, ia juga memastikan rehabilitasi Rumah Gadang Panjang akan segera dilakukan agar tetap menjadi pusat kegiatan adat dan simbol kebanggaan masyarakat Nagari Tebing Tinggi.


Di sisi lain, perwakilan tuan rumah Joni Arpan Dt Bandaro Labiah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati di tengah kesibukannya. Ia menilai perhatian pemerintah daerah menjadi suntikan semangat bagi masyarakat dalam melestarikan tradisi turun-temurun.


Menurutnya, Alek Nagari merupakan rangkaian panjang tradisi yang dimulai sejak Idul Fitri, ditandai dengan kunjungan kekerabatan hingga puncak pertemuan seluruh unsur adat dalam satu momentum kebersamaan.


“Ini ajang silaturahmi besar masyarakat, dari niniak mamak hingga cucu kemenakan. Semua berkumpul dalam satu ikatan adat,” ungkapnya.


Alek Nagari tahun ini juga semakin semarak dengan beragam perlombaan dan atraksi budaya, seperti silek sonsong, canang antar suku, pidato adat, majapuik tando, hingga lomba marandang. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa adat dan budaya Minangkabau tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.


Dengan antusiasme yang tinggi, masyarakat berharap Alek Nagari tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu ditetapkan sebagai agenda resmi daerah yang berdampak luas, baik bagi pelestarian budaya maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

×
Berita Terbaru Update