![]() |
| Bupati Safni saat menerima warga |
LIMAPULUH KOTA, salingkanagari.id — Di tengah percepatan penanganan pascabencana di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memastikan seluruh warga terdampak mendapat perhatian penuh tanpa terkecuali.
Bupati Limapuluh Kota, Safni, menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung proses pendataan korban agar berjalan akurat, menyeluruh, dan berkeadilan. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya sebanyak 76 kepala keluarga (KK) korban bencana yang belum tercantum dalam data penerima bantuan.
Menurut Safni, pendataan bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah awal kehadiran negara dalam melindungi masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
“Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban dua kali—pertama karena bencana, kedua karena kelalaian kita dalam mendata. Ini tidak boleh terjadi. Saya tegaskan, 76 KK yang belum masuk data harus segera diverifikasi dan dimasukkan. Hak mereka wajib kita pastikan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa persoalan ini harus segera diselesaikan secara cepat dan tanpa alasan. Safni juga mengingatkan seluruh jajaran agar bekerja maksimal dan tidak mengabaikan hak masyarakat.
“Ini menyangkut nasib masyarakat. Saya tidak akan mentolerir kelalaian dalam bentuk apa pun. Jika ada aparatur yang lalai atau menghambat hak warga, saya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas, termasuk pemberhentian,” ujarnya.
Pemerintah daerah kini bergerak cepat melakukan verifikasi ulang data korban, guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secara adil dan merata.
