![]() |
| Proses trase Sijunjung |
Lubuk Basung, – Proses penentuan trase Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sicincin–Bukittinggi terus bergerak. Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya mengawal percepatan proyek strategis nasional tersebut, namun meminta seluruh proses penetapan jalur dilakukan berdasarkan data yang akurat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Komitmen itu disampaikan Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah saat memimpin rapat koordinasi bersama PT Hutama Karya dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum yang digelar secara virtual, Senin (13/7/2027).
Rapat turut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Agam dari Jakarta, serta jajaran OPD terkait, di antaranya Asisten II Setda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, dan Kepala Dinas Perkim.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai alternatif jalur tol dibahas secara mendalam, mulai dari aspek teknis, kondisi geografis, dampak terhadap permukiman, hingga kebutuhan pembebasan lahan sebelum pemerintah menetapkan trase final.
Bupati Benni Warlis menegaskan pembangunan jalan tol merupakan proyek yang sangat penting bagi kemajuan daerah. Namun, ia mengingatkan agar seluruh proses dilakukan secara teliti dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
"Data harus benar-benar valid, baik secara administratif maupun kondisi di lapangan. Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan akibat kesalahan data. Kita ingin pembangunan ini membawa manfaat besar bagi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait segera melakukan survei lapangan dan verifikasi data agar seluruh informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan benar-benar akurat.
Sementara itu, PT Hutama Karya memaparkan empat alternatif trase yang saat ini sedang dikaji. Masing-masing memiliki kelebihan dan tantangan berbeda, baik dari sisi kondisi medan, kawasan permukiman, lahan pertanian, maupun potensi risiko bencana.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Agam, Rinaldi, menyebut alternatif trase nomor 3 dan 4 dinilai lebih menguntungkan karena berpotensi mengurangi dampak sosial, terutama dalam kebutuhan pembebasan lahan. Meski demikian, kedua opsi tersebut tetap harus melalui kajian teknis lanjutan untuk memastikan kelayakan konstruksi dan keamanan kawasan yang akan dilalui.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Agam bersama PT Hutama Karya sepakat melakukan peninjauan lapangan terhadap trase alternatif 3 dan 4 pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan itu akan menjadi langkah penting untuk memverifikasi kondisi riil di lapangan, memetakan kebutuhan pembebasan lahan, sekaligus menentukan lokasi paling strategis bagi pembangunan gerbang (exit) tol di wilayah Agam.
Pemkab Agam berharap sinergi yang terus terbangun dengan PT Hutama Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum dapat mempercepat penetapan trase terbaik, sehingga pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi segera terealisasi dan mampu mendorong konektivitas, investasi, serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Agam dan Sumatera Barat.
