![]() |
| Pengukuhan pucuak adat di Nagari Asia Bangih |
Pasaman Barat, – Suasana adat yang khidmat mewarnai pelaksanaan Aia Bangih Baralek Gadang di Nagari Aia Bangih, Kecamatan Sungai Beremas, Kamis (16/7). Dalam momen tersebut, Aulia Amri resmi dikukuhkan sebagai Pucuak Adat bergelar Sutan Kerajaan melalui prosesi sakral Palewaan Pucuak Adat, yang menjadi simbol berlanjutnya tongkat estafet kepemimpinan adat di nagari tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memberikan apresiasi tinggi atas kembali tegaknya payung adat di Aia Bangih. Mewakili Bupati Pasaman Barat, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail menegaskan bahwa keberadaan lembaga adat memiliki peran penting dalam menjaga jati diri masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurut Doddy, pembangunan tidak hanya diukur dari hadirnya infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya nilai-nilai adat dan agama yang hidup di tengah masyarakat. Pemerintah, ninik mamak, dan alim ulama dinilai memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi untuk menjaga keseimbangan pembangunan.
"Pemerintah membangun fasilitas publik, sementara ninik mamak menjaga nilai adat, tanah ulayat, serta membimbing anak kemenakan. Di sisi lain, alim ulama memperkuat kehidupan masyarakat melalui ajaran agama," ujarnya.
Ia menambahkan, seorang Pucuak Adat bukan sekadar pemangku gelar, tetapi juga menjadi pelindung, pemersatu, sekaligus tempat bermusyawarah bagi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dengan para tokoh adat menjadi modal penting dalam mewujudkan Pasaman Barat yang semakin maju.
Doddy berharap pengukuhan Aulia Amri bergelar Sutan Kerajaan mampu mempererat hubungan antara ninik mamak dengan pemerintah nagari, kecamatan, hingga kabupaten sehingga kolaborasi dalam membangun daerah semakin kuat.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dengan pemasangan saluak dan keris oleh Rang Tuo Rajo, sebagai simbol penyerahan amanah kepemimpinan adat. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, anggota DPRD Sumbar, unsur Forkopimda, tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat Aia Bangih.
Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Jasman Datuak Bandaro Bendang menyampaikan ucapan selamat kepada Pucuak Adat yang baru. Ia menilai prosesi Palewaan Pucuak Adat merupakan bagian penting dalam menjaga kelestarian budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Aia Bangih yang terus mempertahankan tradisi adat di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, semangat tersebut layak menjadi inspirasi bagi nagari-nagari lain di Sumatera Barat.
Sementara itu, Ketua Panitia Ahdiyarsyah Sutan Nan Gombang menjelaskan, pengukuhan Pucuak Adat merupakan hasil musyawarah para Rang Tuo Rajo sebagai bentuk keberlanjutan kepemimpinan adat. Melalui Aia Bangih Baralek Gadang, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tetap menjaga identitas Minangkabau di masa mendatang.
