Notification

×

Iklan

Iklan

Air Masih Keruh di Padang, Perumda Sebut Dampak Kerusakan IPA Pascabanjir

Kamis, Juli 09, 2026 | 08:53 WIB | Last Updated 2026-07-09T03:07:32Z
Kantor Perumda AM Padang

PADANG, salingkanagari id – Air bersih yang masih keruh di sejumlah kawasan Kota Padang kembali menuai keluhan dari pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat di wilayah pusat kota yang hingga kini masih terdampak gangguan pelayanan.


Menanggapi banyaknya keluhan yang masuk, Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Ia mengatakan, kondisi air yang belum sepenuhnya jernih merupakan dampak kerusakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun akibat banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir tahun lalu.


Menurutnya, bencana tersebut menyebabkan kapasitas produksi instalasi pengolahan air menurun drastis. Jika sebelumnya IPA Gunung Pangilun mampu memproduksi sekitar 500 liter air per detik, kini produksinya belum dapat kembali maksimal karena sebagian fasilitas masih dalam tahap perbaikan.


Tidak hanya kerusakan instalasi, perubahan kondisi Sungai Batang Kuranji sebagai sumber air baku juga menjadi tantangan tersendiri. Pascabanjir, tingkat kekeruhan dan sedimentasi sungai meningkat sehingga proses pengolahan membutuhkan penanganan yang lebih intensif dibanding sebelumnya.


Meski demikian, Perumda menegaskan air yang dialirkan kepada pelanggan tetap melewati seluruh tahapan pengolahan sesuai standar yang berlaku. Karena itu, air yang didistribusikan dipastikan aman digunakan meskipun secara visual masih terlihat keruh di beberapa wilayah.


Perumda mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian serius perusahaan. Berbagai evaluasi terus dilakukan agar kualitas air yang diterima pelanggan semakin baik, sembari mengoptimalkan proses produksi di tengah keterbatasan kapasitas instalasi.


Saat ini, rehabilitasi dan rekonstruksi IPA Gunung Pangilun masih berlangsung secara bertahap. Pekerjaan tersebut dilaksanakan pemerintah melalui Hutama Karya sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana.


Perumda berharap proses rehabilitasi dapat segera rampung sehingga kapasitas produksi kembali normal dan distribusi air bersih dengan kualitas yang lebih baik dapat dinikmati seluruh pelanggan di Kota Padang