![]() |
| Pembangunan infrastruktur di Dharmasraya |
Dharmasraya, – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada ruang fiskal pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memilih bergerak dengan strategi berbeda. Melalui kolaborasi bersama dunia usaha, Bupati Annisa Suci Ramadhani berhasil menggalang dukungan pendanaan pembangunan infrastruktur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp31,55 miliar.
Pendanaan tersebut menjadi salah satu langkah inovatif pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Dharmasraya dinilai mampu menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Dana CSR itu akan dimanfaatkan untuk membangun dan merehabilitasi sembilan ruas jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Proyek tersebut meliputi peningkatan akses jalan, pembangunan jalan baru, hingga perbaikan ruas yang selama ini menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil ekonomi.
Salah satu proyek terbesar adalah peningkatan ruas jalan Abai Siat–Batas Solok Selatan/Koto Gadang sepanjang enam kilometer dengan nilai mencapai Rp18 miliar. Selain itu, pembangunan juga menyasar ruas Pinang Makmur–PT Bina, Batu Kangkung–Lubuk Besar, Piruko Barat–Padang Tarok, Sinamar–Sungai Limau, Wonotiung–Koto Salak, Jalan Lingkar Sopan Jaya, hingga rehabilitasi akses menuju Sport Center Dharmasraya dan SMKN 1 Koto Padang.
Komitmen dunia usaha terhadap pembangunan daerah kembali diperkuat setelah enam perusahaan menyepakati kerja sama lanjutan melalui program CSR dengan nilai sekitar Rp6,6 miliar. Dukungan tersebut berasal dari PT Hamparan Kemilau Indah, PT Dharmasraya Sawit Lestari, PT Dharmasraya Lestarindo, PT Sumbar Andalas Kencana, PT Andalas Wahana Berjaya, PT X Dareh, serta satu perusahaan mitra lainnya.
Bupati Annisa Suci Ramadhani mengatakan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.
"Kami ingin memastikan pembangunan tetap berjalan meskipun kondisi fiskal sedang terbatas. Sinergi dengan dunia usaha menjadi salah satu solusi agar pembangunan infrastruktur dapat terus dilaksanakan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujar Annisa.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta terus berkembang sehingga semakin banyak program pembangunan yang dapat direalisasikan. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dharmasraya.
