Notification

×

Iklan

Iklan

135 Kopdes Merah Putih di Sumbar Sudah Beroperasi, Pemprov Pacu Akselerasi agar Maksimal Mulai Agustus

Sabtu, Juli 11, 2026 | 19:16 WIB | Last Updated 2026-07-11T12:16:21Z

 

Gambar ilustrasi 

PADANG – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 135 Kopdes Merah Putih telah mulai beroperasi dan memberikan layanan kepada masyarakat di berbagai daerah.


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Endrizal, mengatakan meski aktivitas usaha yang dijalankan koperasi masih dalam tahap awal, keberadaannya mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan melalui kegiatan jual beli.


"Sudah ada 135 Kopdes di Sumbar yang beroperasi. Memang skala usahanya belum besar, tetapi sebagian sudah mulai melayani masyarakat, terutama untuk aktivitas jual beli," ujar Endrizal, Senin (6/7/2026).


Menurutnya, kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan nagari. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong agar koperasi-koperasi tersebut berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.


Saat ini, Kopdes Merah Putih telah tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Pemerintah optimistis operasional koperasi akan semakin optimal seiring masuknya berbagai fasilitas penunjang dan penguatan manajemen.


"Kita akan terus mengoptimalkan Kopdes ini. Di setiap koperasi juga sudah ada manajer yang akan mengelola usaha secara profesional," kata Endrizal.


Ia menargetkan seluruh Kopdes yang telah terbentuk dapat beroperasi secara maksimal mulai Agustus 2026, setelah seluruh peralatan dan kebutuhan operasional selesai didistribusikan.


"Kita berharap setelah Agustus semua peralatan sudah masuk, sehingga Kopdes bisa beroperasi secara maksimal dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.


Hingga saat ini, tercatat 262 Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi meyakini program ini akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, memperkuat UMKM lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.