![]() |
| GOR H Agus Salim Padang |
PADANG, salingkanagari.id – Rekonstruksi total kawasan GOR H. Agus Salim akhirnya memasuki tahap krusial. Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungan penuh terhadap proyek raksasa senilai Rp340 miliar yang didanai Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu dipastikan akan dibongkar total dan dibangun kembali menjadi kawasan olahraga modern berstandar internasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang membahas percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, pembangunan ulang GOR H. Agus Salim merupakan momentum besar bagi Kota Padang. Selain menjadi pusat olahraga modern, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi dan destinasi sport tourism baru di Sumatera Barat.
“Ini merupakan kehormatan bagi Kota Padang. Kami siap mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan dan berkolaborasi dengan semua pihak agar proyek ini berjalan sukses,” ujar Fadly Amran.
Menurutnya, wajah baru GOR H. Agus Salim nantinya tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih representatif, tetapi juga menciptakan kawasan yang aman, tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
Seiring dimulainya proyek, pemerintah menjadwalkan pengosongan total kawasan GOR H. Agus Salim mulai 15 Juni 2026. Para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut akan direlokasi sementara ke area Panjat Tebing. Pemerintah juga menjamin para pedagang yang terdata akan mendapatkan kesempatan kembali menempati kawasan setelah pembangunan selesai.
Langkah relokasi dilakukan untuk memastikan proyek berjalan tanpa hambatan, sekaligus tetap melindungi keberlangsungan usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian di kawasan GOR.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian PU dengan nilai investasi mencapai Rp340 miliar. Pembangunan akan dilaksanakan secara multiyears dengan target penyelesaian selama 18 bulan.
Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu investasi infrastruktur olahraga terbesar yang pernah diterima Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur mengungkapkan hasil kajian tim Kementerian PU menunjukkan kondisi Stadion H. Agus Salim sudah tidak lagi memungkinkan untuk direnovasi. Karena itu, pemerintah memutuskan melakukan rekonstruksi total.
“Stadion lama akan dibongkar seluruhnya dan diganti dengan stadion baru yang memenuhi standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC),” jelasnya.
Stadion baru nantinya diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 12.000 hingga 13.000 penonton. Saat ini proses tender masih berlangsung dan pemenang proyek diperkirakan diumumkan dalam waktu dekat.
Tak hanya stadion, kawasan seluas 7,8 hektare tersebut juga akan ditata ulang menjadi kompleks olahraga terpadu. Zona inti akan difokuskan pada stadion utama berstandar internasional. Area sekitarnya akan dilengkapi ruang terbuka hijau, jogging track, dan berbagai fasilitas olahraga publik.
Sementara pada zona terluar, pemerintah menyiapkan konsep sport tourism yang mencakup pusat kuliner, gedung parkir terpadu, hingga sekretariat bersama cabang olahraga se-Sumatera Barat.
Dengan dimulainya proses pengosongan kawasan pada pertengahan Juni ini, proyek transformasi GOR H. Agus Salim resmi memasuki babak baru. Stadion legendaris yang selama puluhan tahun menjadi saksi perjalanan olahraga Ranah Minang itu akan bertransformasi menjadi kawasan olahraga modern yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbaik di Pulau Sumatera
