Notification

×

Iklan

Iklan

1.700 Perempuan Minang Pecahkan Kemeriahan HUT 100 Tahun Jam Gadang, Bukittinggi Jadi Panggung Budaya Dunia

Rabu, Juni 10, 2026 | 08:08 WIB | Last Updated 2026-06-11T12:05:05Z


Ribuan peserta tampil anggun mengenakan Baju Basiba dan beragam pakaian adat

BUKITTINGGI, salingkanagari.id – Lautan perempuan berbusana adat Minangkabau membanjiri kawasan Pasar Ateh hingga pelataran Jam Gadang, Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 1.700 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Parade Perempuan Berbusana Minang yang menjadi salah satu agenda paling spektakuler dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang dan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 Tahun 2026.


Ribuan peserta tampil anggun mengenakan Baju Basiba dan beragam pakaian adat, menciptakan panorama budaya yang memukau wisatawan dan masyarakat yang memadati pusat Kota Bukittinggi. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi simbol kecantikan budaya Minangkabau, tetapi juga menegaskan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyebut parade tersebut sebagai momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada dunia. Menurutnya, peringatan satu abad Jam Gadang bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Bukittinggi.


“Bukittinggi memiliki sejarah besar bagi bangsa ini. Dari kota perjuangan, pusat pendidikan hingga saksi penting perjalanan Republik Indonesia. Karena itu, budaya dan identitas daerah harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.


Ramlan menegaskan, busana adat yang dikenakan para peserta menyimpan filosofi mendalam tentang kehormatan, kesantunan dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Minangkabau yang masih relevan hingga saat ini.


Sementara itu, Ketua Koordinator Parade Perempuan Berbusana Minang, Suherni Syam, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta melampaui target awal yang ditetapkan panitia.


“Semula kami menargetkan 1.500 peserta, namun animo masyarakat luar biasa sehingga jumlahnya mencapai 1.700 orang. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Batam, Palembang, Pekanbaru dan sejumlah wilayah lainnya,” katanya.


Ia menjelaskan, parade ini menjadi ajang memperlihatkan kepada dunia tentang keindahan budaya Minangkabau sekaligus mengangkat posisi perempuan sebagai limpapeh rumah nan gadang yang memiliki peran sentral dalam kehidupan adat.


Parade kolosal tersebut sukses mencatatkan sejarah baru dalam rangkaian perayaan 100 Tahun Jam Gadang. Ribuan perempuan yang berjalan serempak dengan balutan busana adat menjadikan ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu semakin semarak, sekaligus memperkuat posisi Bukittinggi sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Minangkabau di tingkat nasional maupun internasional.

×
Berita Terbaru Update