Notification

×

Iklan

Iklan

Pasaman Barat Bersiap Gelar Tiga Festival Besar, Budaya dan Ekonomi Kreatif Bakal Semarak Juni 2026

Kamis, Mei 21, 2026 | 11:15 WIB | Last Updated 2026-05-21T04:15:00Z

 

Pembahasan persiapan kegiatan tiga festival di Pasaman Barat

PASAMAN BARAT, salingkanagari id - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mulai mematangkan persiapan tiga festival besar yang akan digelar pada Juni 2026 mendatang. Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi ajang promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat.


Tiga agenda yang akan digelar di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat itu yakni Semarak Pasa Ekraf, Rang Mudo Kreatif Festival, dan Festival Padusi Gandang Lasuang.


Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5), melibatkan berbagai unsur mulai dari Dinas Pariwisata Sumbar, Dinas Pariwisata Pasbar, Kodim, Polres Pasbar, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, DLH, Satpol PP, hingga unsur pemuda dan instansi terkait lainnya.


Festival tersebut diprakarsai melalui pokok pikiran anggota DPRD Sumatera Barat asal Pasaman Barat, Zulkenedi Said dan Ade Putra, dengan tujuan memperkuat ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal.


Mewakili Bupati Pasaman Barat, Asisten Administrasi Umum Setda Pasbar Harlina Syahputri menyebut festival budaya dan ekonomi kreatif sangat dinantikan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi belanja pemerintah.


“Selain menjadi ruang hiburan dan promosi budaya, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat Pasaman Barat yang majemuk,” ujarnya.


Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum penting untuk mengenalkan adat dan budaya kepada generasi muda, terutama di tengah keberagaman etnis dan budaya yang ada di Pasaman Barat, seperti Minangkabau, Mandailing, hingga Jawa.


Harlina juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses.


Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sumbar, Wahendra, mengatakan festival dirancang untuk mengangkat potensi kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.


Berbagai kompetisi seni kreatif dan pertunjukan kontemporer berbasis budaya tradisional akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut.


“Tujuannya menumbuhkan rasa cinta generasi Z dan milenial terhadap warisan budaya leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.


Tak hanya pertunjukan budaya, festival juga menghadirkan Pasa Ekraf atau Pasar Ekonomi Kreatif yang menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal. Beragam produk unggulan daerah akan dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, fesyen bernuansa etnik, hingga kuliner khas Minangkabau.


Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Afrizal, meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi agar pelaksanaan festival berjalan maksimal dan memberi dampak besar bagi promosi pariwisata daerah.


“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya Pasaman Barat kepada masyarakat luas,” ujarnya.


Ia optimistis, dengan sinergi dan komunikasi yang baik antar seluruh pihak, tiga festival besar tersebut dapat berlangsung aman, meriah, dan sukses menarik perhatian masyarakat.

×
Berita Terbaru Update