Notification

×

Iklan

Iklan

Tanah Datar Siaga! Bupati Eka Putra Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari, Enam Kecamatan Dilanda Banjir dan Longsor

Jumat, Mei 15, 2026 | 11:02 WIB | Last Updated 2026-05-15T04:02:09Z

 

Bupati Tanah Datar saat melakukan kordinasi

TANAH DATAR, salingkanagari.id — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, mulai 13 hingga 26 Mei 2026, menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda enam kecamatan akibat hujan ekstrem sejak Selasa siang hingga Rabu dini hari.


Bupati Eka Putra bersama Forkopimda langsung menggelar rapat koordinasi di Indojolito Batusangkar, Kamis (14/5/2026), guna mempercepat penanganan bencana dan menentukan titik posko darurat di wilayah terdampak.


“Penetapan masa tanggap darurat ini agar seluruh penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal, mulai dari evakuasi warga, dapur umum, logistik hingga distribusi bantuan,” tegas Eka Putra.


Enam kecamatan terdampak yakni Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung. Pemerintah daerah juga menetapkan Posko Utama di kantor BPBD Tanah Datar, sementara posko kecamatan dipusatkan di kantor camat masing-masing.


Di wilayah Lintau Buo, posko tambahan juga dibuka di Timbangan Nagari Taluak sebagai pusat dapur umum dan penerimaan bantuan masyarakat.


Bupati turut menginstruksikan BPBD dan dinas terkait untuk segera memetakan potensi bencana susulan, terutama di kawasan hulu sungai yang berhulu ke Gunung Sago.


“Informasi yang kami terima, ada penumpukan sedimen dan lumpur di hulu sungai. Ini berpotensi hanyut jika hujan deras kembali terjadi,” ujarnya.


Ketua DPRD Anton Yondra bersama Dandim 0307 Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan status tanggap darurat tersebut.


Menurut Anton, belajar dari bencana sebelumnya, masa tanggap darurat diperlukan agar penanganan, termasuk pendanaan dan koordinasi lintas instansi, dapat berjalan lebih efektif.


Data sementara mencatat dampak bencana cukup luas. Di Kecamatan Lintau Buo, sebanyak 78 rumah terdampak, dua warung dan satu sepeda motor hanyut, 12 KK mengungsi, serta 91 KK masih terisolasi. Sementara di Lintau Buo Utara, 33 rumah terdampak dengan empat KK mengungsi.


Di Kecamatan Tanjung Emas, 54 rumah dan dua kedai diterjang banjir, sementara 10 warga terpaksa dievakuasi. Longsor juga memutus akses jalan di Padang Ganting, Sungai Tarab, hingga Salimpaung akibat material longsor dan pohon tumbang.


Pemerintah daerah kini mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

×
Berita Terbaru Update