![]() |
| Bangunan mirip klenteng |
PESISIR SELATAN, salingkanagari id — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengambil langkah berbeda dalam pengembangan sektor pariwisata. Bupati Hendrajoni resmi membuka jalan bagi pembangunan rumah ibadah umat Buddha (klenteng) di kawasan Pulau Cubadak, Kecamatan Koto XI Tarusan.
Kebijakan ini dinilai sebagai upaya memperluas daya tarik destinasi wisata dengan menghadirkan konsep yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan dari berbagai latar belakang budaya dan keyakinan.
Pulau Cubadak yang selama ini dikenal dengan keindahan lautnya, kini diarahkan menjadi destinasi yang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga kenyamanan bagi wisatawan yang mencari fasilitas religi. Hal ini diyakini mampu menarik segmen pasar baru, khususnya wisatawan etnis Tionghoa dan umat Buddha.
Dari sisi ekonomi, langkah tersebut membuka peluang peningkatan aktivitas pariwisata. Tingkat kunjungan dan lama tinggal wisatawan berpotensi meningkat, yang akan berdampak langsung pada pertumbuhan usaha masyarakat, mulai dari kuliner, jasa transportasi laut, hingga sektor jasa lainnya.
Tak hanya itu, pembangunan kawasan juga diperkirakan akan memicu terciptanya lapangan pekerjaan baru, terutama bagi generasi muda di sekitar Tarusan yang dapat terlibat dalam pengelolaan dan pelayanan wisata.
Menurut Hendrajoni, keputusan ini juga membawa pesan kuat tentang keterbukaan daerah terhadap keberagaman. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada nilai persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk mengiringi pembangunan tersebut dengan peningkatan infrastruktur serta fasilitas penunjang di kawasan sekitar, guna memastikan kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Meski demikian, aspek sosial tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah akan terus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar proses pembangunan berjalan selaras dengan nilai-nilai lokal yang telah lama dijaga.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan kehadiran fasilitas baru ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap perkembangan daerahnya sendiri.
