![]() |
| Anggota DPR RI Andree Rosiade |
PADANG, salingkanagari.id — Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, menanggapi keras kritik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas terhadap Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut istilah “Presiden Pakak!”.
Dalam sebuah forum yang beredar di media sosial, Andre menegaskan bahwa kritik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang beradab.
“Silakan mengkritik secara objektif, tapi gunakan adab,” ujarnya.
Andre juga mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya fokus mengkritik pemerintah pusat, tetapi turut melihat berbagai persoalan yang ada di daerah, khususnya di Sumatera Barat. Ia mengibaratkan kritik tersebut dengan pepatah Minang, “gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak.”
Sebelumnya, BEM KM Unand melalui akun Instagram resminya menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo. Dalam unggahannya, mereka menilai narasi keberhasilan pemerintah tidak sejalan dengan kondisi di lapangan yang masih diwarnai ketimpangan dan berbagai persoalan.
Mahasiswa juga menyoroti bahwa ketika kritik dianggap sebagai ancaman, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kebijakan, tetapi juga arah demokrasi.
Menanggapi situasi tersebut, BEM KM Unand mengundang Andre Rosiade untuk hadir dalam forum diskusi terbuka. Undangan itu disambut positif oleh Andre yang menyatakan kesiapannya untuk berdialog secara langsung.
Diskusi dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, pukul 10.30 WIB di Sekretariat UBEM Unand, Limau Manis, Padang.
Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif antara mahasiswa dan wakil rakyat dalam menyikapi perbedaan pandangan, sekaligus memperkuat nilai-nilai demokrasi yang sehat.
