![]() |
| Gambar ilustrasi jemaah haji |
PADANG, salingkanagari.id – Detik-detik keberangkatan 1.089 Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Padang kian dekat. Gelombang pertama jemaah dijadwalkan bertolak pada 23 April 2026, membuka perjalanan suci yang sarat makna, sekaligus penuh tantangan fisik dan mental.
Namun di balik euforia keberangkatan, Pemerintah Kota Padang mengeluarkan peringatan tegas: hentikan kebiasaan swafoto dan live streaming yang dinilai dapat merusak kekhusyukan ibadah di Tanah Suci.
Kasubag Bina Mental dan Keagamaan Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis, tanpa basa-basi mengingatkan bahwa haji bukan ajang pamer di media sosial.
“Ini bukan wisata religi, ini ibadah suci. Jangan kotori dengan selfie berlebihan atau siaran langsung yang tidak perlu. Fokuslah sepenuhnya kepada Allah,” tegasnya, Selasa (14/4/2026).
Peringatan ini bukan tanpa dasar. Pemerintah Arab Saudi diketahui memberlakukan aturan ketat terhadap aktivitas dokumentasi, terutama di kawasan paling sakral seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Jemaah yang nekat melanggar bukan hanya ditegur, tetapi juga berpotensi mendapat tindakan tegas dari aparat keamanan.
“Jangan anggap sepele. Aturannya jelas dan pengawasannya ketat. Jangan sampai niat ibadah ternoda hanya karena keinginan eksis di media sosial,” lanjutnya.
Selain itu, kondisi fisik jemaah juga menjadi sorotan serius. Ibadah haji menuntut stamina tinggi, di tengah cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah. Jemaah diminta tidak lengah dan mulai disiplin menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan.
“Kita bicara ibadah yang menguras tenaga. Kalau tidak siap fisik, bisa terganggu semua rangkaian ibadahnya,” ujarnya.
Tak kalah penting, kesiapan mental dan niat menjadi fondasi utama. Zul Asfi mengingatkan agar seluruh jemaah benar-benar meluruskan niat dan tidak sekadar menjalankan rutinitas tanpa makna.
“Datang dengan niat suci, pulang harus membawa predikat haji mabrur. Jangan sampai berangkat penuh harapan, tapi pulang tanpa perubahan,” tegasnya lagi.
Diketahui, pemberangkatan haji nasional 2026 dimulai pada 22 April. Khusus Kota Padang, sebanyak 386 jemaah kloter pertama akan masuk Asrama Haji pada 23 April pukul 06.00 WIB, sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi ujian keimanan. Di tengah lautan manusia dari seluruh dunia, hanya mereka yang benar-benar siap lah yang akan meraih kemuliaan haji mabrur.
