Notification

×

Iklan

Iklan

Rendang Payakumbuh Dipacu Masuk Pasar Dunia, IKM Mulai Adopsi Industri 4.0

Rabu, Mei 13, 2026 | 17:56 WIB | Last Updated 2026-05-13T10:56:34Z

 

Program yang diinisiasi Kementerian Perindustrian RI bersama Pemerintah Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH, salingkanagari.id - Payakumbuh terus memperkuat posisinya sebagai kota sentra rendang nasional. Kini, puluhan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) rendang mulai dipersiapkan menembus pasar ekspor melalui Program OVOP (One Village One Product) Go Global dan penerapan Teknologi Industri 4.0.


Program yang diinisiasi Kementerian Perindustrian RI bersama Pemerintah Kota Payakumbuh itu digelar di Aula Lantai II Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Selasa (12/05/2026), dengan melibatkan sekitar 30 pelaku usaha rendang dari berbagai sentra produksi.


Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni Muis Zulmaeta mengatakan rendang memiliki peluang besar menjadi produk unggulan ekspor karena sudah dikenal luas sebagai kuliner khas Indonesia yang mendunia.


Menurutnya, pengembangan industri rendang tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka pasar internasional bagi produk lokal.


“Rendang memiliki identitas yang kuat. Dengan dukungan pendampingan dan kolaborasi semua pihak, kita optimistis produk rendang Payakumbuh mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.


Ia menilai penguatan kapasitas pelaku usaha perlu terus dilakukan agar IKM rendang semakin mandiri, inovatif, dan mampu mengikuti perkembangan industri modern berbasis digital.


Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh Yasril menyebut program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas usaha IKM, mulai dari manajemen produksi, pengemasan, pemasaran digital, hingga kesiapan ekspor.


“Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang. Karena itu pelaku IKM harus mampu beradaptasi agar memiliki daya saing yang kuat,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi terkait strategi pengembangan produk unggulan daerah, perluasan akses pasar internasional, hingga pemanfaatan teknologi industri 4.0 dalam mendukung efisiensi usaha.


Tenaga Ahli Program IKM OVOP Go Global Dika Rinakuki bersama Kepala Department Export Development Advisory LPEI Nila Meidhita turut memberikan pembekalan kepada peserta mengenai strategi ekspor dan penguatan inovasi produk.


Nila menegaskan pasar global saat ini menuntut produk yang tidak hanya memiliki cita rasa, tetapi juga kualitas, inovasi, dan kemampuan mengikuti kebutuhan konsumen internasional.


“Pemanfaatan teknologi dan inovasi sangat penting agar produk IKM mampu berkembang dan diterima di pasar ekspor,” katanya.


Sementara itu, Sesditjen IKMA Kementerian Perindustrian RI Yedi Sabaryadi menilai Sentra Rendang Payakumbuh memiliki potensi besar menjadi ikon produk pangan Indonesia di tingkat dunia.


Ia menegaskan pemerintah pusat terus mendorong penguatan IKM berbasis potensi daerah melalui digitalisasi industri, pendampingan usaha, serta pembukaan akses pasar ekspor secara berkelanjutan.


“Rendang Payakumbuh memiliki kualitas dan karakter yang kuat. Ini menjadi modal penting untuk berkembang menjadi produk unggulan Indonesia di pasar global,” ujarnya.


Kegiatan itu juga dihadiri Staf Ahli TP-PKK Kota Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, pengurus Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, serta pelaku usaha Rendang Gadih dan Rendang Riry yang telah meraih penghargaan OVOP tingkat nasional.

×
Berita Terbaru Update