Notification

×

Iklan

Iklan

Pengangguran Sumbar Memprihatinkan! Turun Tipis, Tapi Masih Masuk 3 Besar Tertinggi di Sumatera

Sabtu, Mei 09, 2026 | 14:59 WIB | Last Updated 2026-05-09T07:59:12Z

 

Gambar ilustrasi 

PADANG, salingkanagari.id - Meski angka pengangguran di Sumatera Barat mengalami penurunan tipis pada Februari 2026, kondisi ketenagakerjaan di Ranah Minang masih jauh dari kata aman. Data terbaru menunjukkan Sumbar masih bertengger sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi ketiga di Pulau Sumatera.


Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumbar berada di angka 5,51 persen atau hanya turun 0,18 persen poin dibanding Februari 2025. Penurunan ini dinilai belum cukup signifikan untuk mengangkat Sumbar dari papan atas daerah dengan pengangguran tertinggi, setelah Kepulauan Riau dan Aceh.


Ironisnya, lulusan Diploma justru menjadi penyumbang pengangguran terbesar. Tingkat pengangguran lulusan D1, D2, dan D3 mencapai 9,84 persen. Fakta ini memunculkan pertanyaan besar tentang relevansi dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.


Tak hanya itu, perempuan juga tercatat lebih sulit mendapatkan pekerjaan dibanding laki-laki. TPT perempuan mencapai 5,60 persen, lebih tinggi dari laki-laki sebesar 5,44 persen.


Kondisi di perkotaan bahkan lebih mengkhawatirkan. Tingkat pengangguran di kota menembus 6,83 persen, hampir dua kali lipat dibanding wilayah perdesaan yang berada di angka 3,83 persen.


Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menegaskan perlunya penyesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja agar lulusan tidak terus menumpuk tanpa pekerjaan.


Situasi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan dunia pendidikan di Sumatera Barat. Di tengah banyaknya lulusan baru setiap tahun, lapangan kerja dinilai belum tumbuh sebanding. Jika tidak segera dibenahi, ancaman meningkatnya pengangguran usia muda bisa menjadi bom waktu sosial dan ekonomi di daerah.

×
Berita Terbaru Update