Notification

×

Iklan

Iklan

Blackout Massal Lumpuhkan Sumatra, Gangguan SUTET 275 kV Picu Padam Berantai di Sejumlah Provinsi

Sabtu, Mei 23, 2026 | 05:02 WIB | Last Updated 2026-05-22T22:02:10Z

 

Gambar ilustrasi 

SUMATRA, salingkanagari.id — Pemadaman listrik massal atau blackout melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada Jumat malam (22/5/2026), setelah terjadi gangguan serius pada sistem transmisi interkoneksi kelistrikan Sumatra.


Informasi sementara menyebutkan, pada pukul 18.44 WIB sistem Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) dan Sumatra Bagian Tengah terpisah akibat gangguan pada jalur transmisi 275 kV di Rumai–Muaro Bungo. Dampaknya, pasokan listrik di sejumlah daerah langsung padam total.


Wilayah terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau. Bahkan, gangguan juga dilaporkan merembet ke sejumlah wilayah lain di Sumatra seperti Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.


Gangguan ini diduga berasal dari sistem Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV interkoneksi Sumatra yang merupakan tulang punggung distribusi listrik antarwilayah.


Jalur Transmisi Lumpuh, Efek Domino Tak Terhindarkan


Berdasarkan penelusuran awal, gangguan terjadi pada koridor transmisi Linggau–Lahat yang menjadi backbone sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.


Akibat gangguan tersebut, sistem proteksi otomatis PLN bekerja memutus aliran listrik untuk mencegah kerusakan lebih besar pada jaringan dan pembangkit. Namun, langkah pengamanan itu justru memicu efek domino berupa blackout massal di berbagai provinsi.


Investigasi awal tim teknis menemukan adanya beberapa kendala di lapangan, mulai dari komponen jumper transmisi yang terputus hingga vegetasi pohon yang berada terlalu dekat dengan jalur jaringan tegangan tinggi.


Meski demikian, audit teknis menyeluruh masih terus dilakukan guna memastikan penyebab utama gangguan.


Aktivitas Warga Terganggu


Pemadaman massal ini membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah kawasan dilaporkan mengalami lumpuh total akibat minimnya penerangan dan terganggunya jaringan komunikasi.


Beberapa fasilitas publik dan layanan vital terpaksa mengandalkan genset darurat untuk menjaga operasional tetap berjalan.


Warga juga diminta menghemat penggunaan baterai ponsel, menyiapkan penerangan alternatif, serta mematikan perangkat elektronik sensitif guna menghindari kerusakan saat aliran listrik kembali normal.


PLN Lakukan Pemulihan Bertahap


Petugas gabungan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumbar dan Riau saat ini masih melakukan penelusuran titik gangguan dan proses recovery jaringan secara bertahap.


PLN menyebut penormalan sistem kelistrikan berskala besar membutuhkan waktu cukup panjang, diperkirakan antara 8 hingga 10 jam sejak awal gangguan terjadi.


Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dari gardu induk ke gardu induk untuk menghindari lonjakan beban mendadak yang berpotensi menyebabkan sistem kembali trip.


Ratusan personel teknis dilaporkan telah diterjunkan ke sejumlah titik strategis guna mempercepat sinkronisasi pembangkit dan pemulihan jaringan interkoneksi Sumatra.


Masyarakat dapat memantau perkembangan penormalan listrik melalui aplikasi PLN Mobile maupun akun resmi media sosial PLN di masing-masing daerah.

×
Berita Terbaru Update