Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Bandang Porak-porandakan Nagari Taluak, Rumah Hanyut dan Jembatan Ambruk

Kamis, Mei 14, 2026 | 06:00 WIB | Last Updated 2026-05-13T23:00:58Z

 

Bupati Tanah Datar saat meninjau lokasi bencana

TANAH DATAR, salingkanagari.id  — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar berubah menjadi petaka. Sungai Batang Tampo di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, meluap hebat pada Selasa malam dan memicu banjir bandang yang menghantam permukiman warga.


Arus deras dari kawasan hulu Gunung Sago menyeret lima rumah warga hingga hanyut, memutus lima jembatan, serta meluluhlantakkan ratusan hektare lahan persawahan. Warga yang panik berhamburan menyelamatkan diri saat air berlumpur bercampur kayu dan batu menerjang kawasan permukiman.


Bencana juga dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan lain seperti Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo Utara, dan Sungai Tarab. Namun, Nagari Taluak menjadi wilayah dengan dampak paling parah.


Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Anggota DPRD Tanah Datar Indra Gunalan dan jajaran OPD langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan darurat.


“Laporan sementara, 67 rumah terdampak, lima rumah hanyut, lima jembatan putus, dan lebih dari seratus hektare sawah rusak. Fokus utama kita sekarang memastikan keselamatan warga dan kebutuhan pengungsi terpenuhi,” ujar Eka Putra saat berada di lokasi, Rabu (13/5/2026).


Pemerintah daerah mulai mendistribusikan bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan dasar lainnya. Tim gabungan juga diterjunkan untuk mendata kerusakan serta membuka akses menuju lokasi yang sempat terisolasi.


Menurut Eka Putra, banjir besar ini menjadi kejadian yang belum pernah terjadi selama dirinya menjabat sebagai bupati. Pemerintah juga akan melakukan pengecekan ke kawasan hulu Gunung Sago untuk mengetahui kondisi aliran sungai yang memicu banjir bandang tersebut.


Sementara itu, Wali Nagari Taluak Pendi Aswil mengatakan pemerintah nagari masih bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.


“Sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga. Kami juga sudah menyiapkan kantor wali nagari sebagai lokasi pengungsian darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.


Hingga Rabu malam, warga bersama petugas masih berjibaku membersihkan material lumpur dan puing-puing banjir yang menutupi jalan serta permukiman.

×
Berita Terbaru Update