Notification

×

Iklan

Iklan

16 Irigasi Rusak di Padang Akhirnya Dibangun, Pemko Kebut Pemulihan Pascabencana

Kamis, Mei 14, 2026 | 22:41 WIB | Last Updated 2026-05-14T15:41:38Z
Salah satu irigasi di Kota Padang

PADANG, salingkanagari.id - Wali Kota Padang Fadly Amran tak ingin persoalan irigasi rusak akibat bencana terus menjadi beban masyarakat. Pemerintah Kota Padang kini bergerak cepat dengan mengebut pembangunan permanen di 16 titik irigasi terdampak yang selama ini mengganggu aktivitas pertanian warga.


Pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pertengahan Juli 2026. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemko Padang dalam memulihkan infrastruktur vital yang sempat lumpuh akibat bencana.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri menegaskan, percepatan perbaikan dilakukan atas instruksi langsung Wali Kota Padang agar kerusakan yang terjadi tidak terus berdampak pada kehidupan masyarakat.


“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban dampak bencana berkepanjangan. Infrastruktur yang rusak harus segera dipulihkan,” tegas Malvi Hendri, Rabu (13/5/2026).


Sebanyak 16 titik irigasi kini masuk daftar prioritas pembangunan permanen. Mulai dari Bendung Limau Manis, Bendung Beringin, Kapalo Hilalang, Sei Latung, Sei Guo, Rasak Bungo, Koto Lalang, hingga Batu Busuk dan Lubuk Minturun.


Saat ini, proses perencanaan teknis tengah dipercepat dan ditargetkan tuntas akhir Mei. Setelah itu, proses pengadaan langsung dikebut agar kontrak pekerjaan bisa diteken pada pekan kedua Juli dan alat berat segera turun ke lapangan.


Sebelumnya, penanganan sementara hanya dilakukan melalui skema Operasi dan Pemeliharaan (OP) agar aliran air tetap berjalan. Namun kondisi tersebut belum cukup menjawab kebutuhan petani yang terus berharap adanya perbaikan permanen.


Tak main-main, Pemko Padang menyiapkan anggaran jumbo sekitar Rp226 miliar untuk memulihkan jalan, drainase, dan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana.


Langkah cepat ini sekaligus menjadi ujian keseriusan pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke sektor pertanian.

×
Berita Terbaru Update