Notification

×

Iklan

Iklan

Usai Munas IPSI, Vasko Ruseimy Tegaskan Sumbar Siap Jadi Motor Pencak Silat Mendunia

Senin, April 13, 2026 | 11:58 WIB | Last Updated 2026-04-13T04:58:48Z

 

Wagub Vasko Ruseimy yang juga Ketua IPSI Sumbar

PADANG, salingkanagari.id — Hasil Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia tak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga menegaskan arah baru pengembangan pencak silat menuju panggung global.


Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memastikan Sumbar siap mengambil peran strategis dalam menindaklanjuti agenda nasional tersebut secara konkret dan terukur.


Dalam Munas tersebut, kepemimpinan PB IPSI periode 2026–2030 resmi beralih dari Prabowo Subianto kepada Sugiono. Pergantian ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan serta mempercepat langkah pencak silat Indonesia menuju pengakuan dunia, termasuk target masuk Olimpiade.


“Ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk memastikan pencak silat Indonesia naik kelas ke tingkat dunia,” ujar Vasko di Padang, Senin (13/4/2026).


Sebagai Ketua IPSI Sumbar, ia menegaskan bahwa arah kebijakan hasil Munas akan segera ditindaklanjuti di daerah. Fokus utama meliputi penguatan pembinaan atlet sejak usia dini, peningkatan kualitas pelatih, serta penyelenggaraan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.


Menurutnya, Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam pengembangan pencak silat nasional. Selain dikenal dengan akar budaya silat yang kuat, Sumbar juga memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi hingga ke tingkat dunia.


“Sumbar tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus mampu melahirkan atlet berkelas dunia. Kekuatan budaya yang ada harus dikonversi menjadi prestasi,” tegasnya.


Lebih lanjut, Vasko menekankan bahwa pengembangan pencak silat ke depan tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mencakup pelestarian budaya dan penguatan ekonomi daerah.


Ia menyebut, setidaknya ada tiga pilar utama yang harus dikembangkan, yakni prestasi, budaya, dan ekonomi olahraga. Dengan pendekatan tersebut, pencak silat diharapkan tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga memberi nilai tambah bagi pembangunan daerah.


“Pencak silat harus menjadi kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi, termasuk melalui sport tourism dan ekonomi kreatif,” tambahnya.

Vasko juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, IPSI, perguruan silat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian target global tersebut.

“Kolaborasi menjadi kunci. Sumatera Barat siap menjadi bagian penting dalam mendorong pencak silat Indonesia semakin diakui dunia,” tutupnya.

×
Berita Terbaru Update