Notification

×

Iklan

Iklan

Pemko Padang Targetkan Nol Anak Putus Sekolah dalam 4 Tahun

Jumat, April 17, 2026 | 07:56 WIB | Last Updated 2026-04-17T00:56:39Z
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir

PADANG, salingkanagari.id — Pemerintah Kota Padang terus menunjukkan komitmen kuat dalam menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pencegahan serta Penanganan ATS Tahun 2026 yang digelar di Gedung Youth Center, Kamis (16/4/2026), langkah konkret menuju “Padang Nol ATS” semakin dipertegas.


Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta melibatkan lintas sektor mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kecamatan, hingga kelurahan. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan data, strategi, dan aksi nyata agar tidak ada lagi anak yang kehilangan hak dasar pendidikan.


Meski capaian pendidikan Kota Padang tergolong tinggi—dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD mencapai 110,54 persen dan SMP 110,29 persen—tantangan ATS masih menjadi pekerjaan rumah serius. Berdasarkan data Pusdatin Kemendikdasmen per 1 April 2026, tercatat masih ada 6.615 anak tidak sekolah, meskipun jumlah ini telah menurun dari 7.178 anak sebelumnya.


Kabar baiknya, sebanyak 153 anak telah berhasil dikembalikan ke jalur pendidikan formal maupun nonformal. Capaian ini menjadi bukti bahwa intervensi di lapangan mulai menunjukkan hasil nyata.


Dalam arahannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa persoalan ATS bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut masa depan generasi dan arah pembangunan kota.


“Tidak ada gunanya bangunan menjulang tinggi jika di sisi lain anak-anak kita menghadapi masa depan yang suram,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya pembangunan pendidikan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek intelektual, tetapi juga karakter dan daya saing global. Program unggulan seperti Padang Juara dan Smart Surau disebut sebagai bagian dari upaya mencetak generasi cerdas, berakhlak, dan siap bersaing di tingkat internasional.


Dengan optimisme tinggi, Pemerintah Kota Padang menargetkan angka ATS bisa ditekan hingga nol dalam empat tahun ke depan.


“Target kita empat tahun ke depan, Padang memiliki angka nol ATS. Minimal, jangan ada lagi penambahan ATS pada 2026,” ujarnya.


Rapat ini juga mengupas berbagai akar persoalan yang menyebabkan anak putus sekolah, mulai dari faktor ekonomi, pernikahan dini, anak yang sudah bekerja, jarak tempuh pendidikan, hingga persoalan kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berbasis data dan regulasi, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui pendampingan keluarga, pemberian motivasi, bantuan beasiswa, serta penguatan peran masyarakat melalui masjid dan lingkungan kelurahan.


Semangat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci utama. Bagi Kota Padang, menyelamatkan satu anak kembali ke bangku sekolah bukan sekadar program, melainkan investasi masa depan.


Karena dari satu anak yang terselamatkan, harapan sebuah kota untuk maju benar-benar dimulai.

×
Berita Terbaru Update